Kamis, 30 Desember 2010

Pemakaian Huruf Kapital, Pemakaian Tanda Titik, Pemakaian Tanda Titik, Denotasi dan Konotasi, Pengertian Ambigu, Pemakaian Tanda Koma, Pemakaian Kata Kerja Transitif dan Intrasitif.

           
A.     Pemakaian Huruf Kapital
1.      Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.
Misalnya:
Apa maksudnya?
Kita harus belajar.
2.      Huruf kafital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung.
Misalnya:
Bapak menasihatkan, “Berhati-hatilah, nak!”
“Siapa yang dating tadi malam?” Tanya ibu.
3.      Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan kitab suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan.
Misalnya:
Allah                                        Yang Mahakuasa
Qur’an                                     Kristen
Islam                                       Weda
4.      Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama namagelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti dengan nama orang.
Misalnya:
Haji Agus Salim
Bedakan: ia pergi naik haji
Mahaputra Yamin
Nabi Muhammad
5.      Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat.
Misalnya:
Wakil Presiiden Adam Malik
Perdana Menteri Nehru
Professor Supomo
Laksamana Muda Udara Husein Sastranegara
Gubernur Irian Jaya
6.      Huruf  kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang.
Misalnya:
Amir Hamzah
Dewi Sartika
Halim Perdanakusumah
7.      Huruf  kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa.
Misalnya:
bangsa Indonesia
suku Sunda
bahasa Inggris
8.      Huruf  kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah.
Misalnya:
bulan September          hari Natal
bulan Maulid               Perang Candu
hari Galungan              tahun Hijriah
hari Jum’at                  tarikh Masehi
hari Lebaran                Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
9.      Huruf  kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi.
Misalnya:
Laut Jawa                                            Gunung Semeru
Asia Tenggara                                      Selat Lombok
Bukit Barisan                                       Lembah Baliem                                  
10.  Huruf  kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur-unsur nama negara, lembaga pemerintahan dan ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi kecuali kata seperti dan.
Misalnya:
Republic Indonesia                                                    
Majelis Permusyawaratan Rakyat
Keputusan Presiden Republik Indonesia, Nomorr 57, Tahun 1972
11.  Huruf  kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta dokumen resmi.
Misalnya:
Perserikatan Bangsa-Bangsa
Yayasan Ilmu-Ilmu Sosail
Undang-Undang Dasar Republik Indonesia
12.  Huruf  kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan kecuali kata seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk yang tidak terletak pada posisi awal.
Misalnya:
Saya telah membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma.
Bacalah majalah Bahasa dan Sastra
Ia menyelesaikan makalah “Asas-Asas Hukum Perdata
13.  Huruf  kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan.
Misalnya:
Dr.                   doktor
M. A.               master of art
S. H.                sarjana hokum
Tn.                   Tuan
14.  Huruf  kapital dipakai sebagai huruf pertama kata petunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik dan paman yang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan.
Misalnya:
“kapan Bapak berangkat” Tanya Budi
Adik bertanya “Itu apa, Bu?”
Surat Saudara sudah saya terima.
15.  Huruf  kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti Anda.
Misalnya:
Sudahkah Anda tahu?
Surat Anda sudah kami terima.


B.     Pemakaian Tanda Titik
1.      Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.
Misalnya:
Ayahku tinggal di solo.
Biarlah mereka duduk disana.
2.      Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar.
Misalnya:
a.       III. Departemen Dalam Negeri
A.     Direktorat Jenderal Pembangunan Masyarakat Desa
b.      1. Patokan Umum
1.1  Isi Karangan
1.1.1  Gambar Tangan
3.      Tanda titk dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu.
Misalnya:
Pukul 01.35.20 (pukul 1 lewat 35 menit 20 detik)
4.      Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka, jam, menit, dan detikyang menunjukkan jangka waktu.
Misalnya:
1.35.20 jam (1 jam, 35 menit, 20 detik)
0.20.30 jam ( 2o menit, 30 detik)
0.0.30 jam (30 detik)
5.      Tanda titik dipakai diantara nama penulis, judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanda Tanya atau tanda seru, dan tempat terbit dalam daftar pustaka.
Misalnya:
Siregar, Merari. 1920.Azab dan Sengsara, Waltevreden: Balai Poestaka.
6.      Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya.
Misalnya:
Desa itu berpenduduk 24.200 orang.
Gempa yang terjadi semalam menewaskan 1.231 jiwa.

C.     Huruf Vocal dan Huruf Diftong
a.       Huruf vocal
Huruf yang melambangkan vocal dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf a, e, i, o, dan u.
Misalnya:
api             padi                 lusa
enak           kena                 sore
itu              simpan             murni
oleh           kota                 radio
ulang          bumi                ibu

b.      Huruf diftong
Didalam bahasa Indonesia terdapat diftong yang didalamnya dilambangkan dengan  ai, au, dan oi
Misalnya:
ai   ain       syaitan             pandai
au  aula     saudara                        harimau
oi   -           boikot              amboi

D.     Denotasi dan Konotasi
a.       Denotasi
Denotasi adalah makna kata sebenarnya, makna kata secara wajar, secara apa adanya, atau disebut juga makna leksikal.
Misalnya:
·         Pohon mangga yang ditanamnya sudah mulai berbuah
·         Warna daunnya sangat hijau



b.      Konotasi
Makna konotasi adalah makna tambahan, yaitu makna yang diluar makna sebenarnya, atau makna kiasan.
Misalnya:
·         Perilakunya menjadi buah bibir masyarakat.
·         Tidak disangka, bambang menjadi kaki tangan Bandar narkoba

E.     Ambigu
Ambigu itu asalnya dari bahasa Inggris ambiguous  artinya mempunyai lebih dari satu pengertian. Secara sederhana kalimat ambigu adalah kalimat yang dapat diartikan secara berbeda, atau mempunyai dua arti yang mungkin membingungkan.
Misalnya:
·         Mayat itu diloncati kucing hidup.
kalimat tersebut bisa berarti
-          Mayat diloncati oleh kucing hidup.
-          Mayat diloncati kucing kemudian hidup.

F.      Pemakaian Tanda Koma
1.      Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu pemikiran atau pembiilangan.
Misalnya:
Saya membeli tas, pena, dan tinta.
2.      Tanda koma dipakai unruk memisahkan suatu kalimat setara yang satu dari kalimatsetara berikutnya yang didahului oleh kata hubung seperti tetapi, melainkan, dan sedangkan.
Misalnya:
Saya ingin dating, tetapi hari hujan
Didi bukan anak saya, melainkan anak pak kasim.
Saya membeli tas, sedangkan dia baju.
3.      Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dengan induk kalimat jika anak kalimat mendahukui induk kalimat.
Misalnya:
Kalau hari hujan, saya tidak akan dating.
Karena sibuk, ia lupa akan janjinya.
4.      Tanda koma dipakai dibelakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang taerdapat pada awal kalimat. Termasuk didalamnya oleh karena itu, jadi, lagi pula, meskipun begitu, dan akan tetapi.
Misalnya:
….Oleh karena itu kita harus berhati-hati.
5.      Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.
Misalnya:
Kata ibu, “Saya gembira sekali.”
6.      Tanda koma dipakai diantara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakan dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga.
Misalnya:
B.     Ratulangi, S. E.
Ny. Khadijah, M.A.
7.      Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi.
Misalnya:
Semua siswa, baik laki-laki maupun perempuan, mengikuti pelatihan paduan suara.
8.      Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata seperti o, ya, wah, aduh, kasihan, dari kata lain yang terdapat didalam kalimat.
Misalnya”
O, begitu?
Hati-hati, ya, nanti jatuh.
9.      Tanda koma dipakai diantara (i) nama dan alamat, (ii) bagian-bagian alamat, (iii) tempat dantanggal, dan (iv) nama tempat dan wilaya atau negeri yang ditulis berurutan.
Misalnya:
Sdr. Abdullah, Jalan Pisang Batu 1, Bogor
Palembang, 10 Mei 2010
10.  Tanda koma dipakai untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka.
Misalnya:
Alisjahbana, Sultan Takdir. 1949. Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia. Jilid 1 dan 2. Djakarta: PT Pustaka Rakjat.
11.  Tanda koma dipakai diantara bagian-bagian dalam catatan kaki.
Misalnya:
W.J.S. Poerwa darminta, Bahasa Indonesia Untuk Karang-mengarang (Yogyakarta; UP Indonesia, 1967), hlm. 4.
12.  Tanda koma dipakai dimuka angka persepuluhan atau diantara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka
Misalnya:
12,5 m
13.  Tanda koma dipakai untuk menghindari salah baca di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat.
Misalnya:
Dalam pembicaraan dan pengembangan bahasa, kita memerlukan sikap yang bersungguh-sungguh.





G.    Pemakaian Kata  Kerja Transitif dan Intrasitif
a.       Kata kerja transitif
Kata kerja transitif adalah kata kerja yang memerlukan objek dalam kalimatnya. Berbeda dengan kata kerja intransitif, kata kerja transitif dapat diubah menjadi bentuk pasif. Hal ini tidak berlaku untuk kata kerja intransitif.
Contoh kalimat:
·         Tami sedang mendengar musik klasik.
·         Para caleg mempersiapkan segala sesuatunya.

b.      Kata kerja intransitif
Intransitif adalah kata kerja yang tidak membutuhkan obyek. Misalkan dalam bahasa Indonesia kata-kata ini adalah:
·      duduk, tidur dsb.
Pada beberapa bahasa yang memiliki modus pasif, kata kerja transitif bisa dijadikan intransitif dengan mengubah fokus dari agens ke patiens.
Contoh:
·   Saya memukul anjing
o    Anjing dipukul

Tidak ada komentar:

Posting Komentar